Estimasi Biaya Pengiriman
Rp4.000 - Rp7.200 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Pemilihan material bergantung pada lingkungan operasional. Galvanized steel (baja lapis seng) memadai untuk utility umum di area indoor kering. Stainless steel (SUS 304 atau 316) wajib digunakan di area dengan paparan korosif, seperti outdoor (terkena cuaca), fasilitas dekat laut (kadar garam tinggi), area washdown (pencucian), atau jalur pipa proses kimia.
Jarak antar klem menentukan integritas struktural jalur. Jarak ini penting untuk mencegah sagging (pipa melengkung) akibat berat pipa dan isinya. Setiap material (PVC, EMT, rigid steel) memiliki rekomendasi jarak tumpuan maksimum berbeda berdasarkan diameternya. Mengabaikan spacing akan memberi tekanan berlebih pada sambungan (fitting) dan berisiko kegagalan sistem.
Klem paling umum, berbentuk 'U' dengan ulir di kedua ujung. Digunakan untuk menahan (anchor) pipa secara kokoh ke struktur baja (beam) atau strut channel.
Klem heavy-duty (beban berat) yang dirancang khusus untuk menopang dead load (beban mati) pipa vertikal (jalur riser) saat menembus lantai. Klem ini menjepit pipa secara friksi dan mentransfer seluruh beban pipa ke struktur lantai, mencegah pipa melorot seiring waktu.
Klem gantung yang umumnya digunakan untuk menopang pipa horizontal dari langit-langit (overhead). Desain pivotnya memungkinkan penyesuaian ketinggian (menggunakan threaded rod) dan mengakomodasi sedikit pergerakan longitudinal akibat thermal expansion (pemuaian).
Klem sederhana (biasanya metal atau tembaga) yang menahan pipa atau conduit agar rata ke permukaan dinding atau struktur.
Klem berbentuk 'P' dengan satu lubang baut. Sangat serbaguna untuk mengamankan bundel kabel, selang hidrolik, atau conduit kecil ke panel mesin atau sasis kendaraan. Varian berlapis cushion sangat direkomendasikan untuk area bergetar.
Klem berbentuk pelana (saddle) untuk rute kabel tunggal atau conduit kecil, dipasang ke permukaan dengan dasar yang stabil atau dua sekrup.
Ini adalah perangkat keselamatan K3, bukan sekadar klem. Cable cleat dirancang untuk menahan gaya elektrodinamis (gaya mekanis) masif saat terjadi short circuit (korsleting) pada kabel daya tegangan menengah/tinggi. Klem ini mencegah kabel "mecelut" dan menyebabkan kerusakan fatal.
Material ini wajib untuk lingkungan operasional berat. SUS 304 ideal untuk area outdoor (terpapar cuaca), washdown area (area pencucian), dan industri food & beverage karena ketahanan korosi umumnya. SUS 316 dipilih untuk paparan kimia yang bersifat korosif lebih spesifik atau lingkungan maritim (kadar garam tinggi) dimana korosi klorida menjadi risiko.
Ini adalah material standar untuk penggunaan indoor kering, seperti jalur conduit listrik atau pipa utilitas (udara bertekanan) di dalam pabrik. Lapisan seng (zinc) memberikan proteksi korosi dasar terhadap kelembaban atmosferik.
Umum digunakan untuk klem kabel data (seperti Cat6A), control bundle, atau conduit non-metalik. Nylon menawarkan isolasi elektrik (mencegah ground loop), ringan, dan tahan abrasi. Dalam instalasi panel, flammability rating (seperti UL 94V-2) menjadi pertimbangan penting.
Banyak klem metal (biasanya P-Clip) dilengkapi liner (lapisan) elastomer seperti EPDM atau Neoprene. Lapisan ini krusial untuk meredam getaran dan melindungi selang atau kabel dari abrasi (gesekan) pada bodi metal klem.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami






